Sabtu, 16 Oktober 2010

Indahnya Jatuh Cinta

Sebenarnya berat untuk menulis kata cinta pada awal ini, karena cinta sangatlahtabuh bagi kader dakwah. Tapi jangan salah menafsirkan cinta, karena cinta disini bukanlah cinta antara dua insan atau apalah namanya. Cinta memang sangat indah jika bersemi di dalam dada yang setiap hari di sirami oleh kenikmatan yang tiada tara, yang membuat orang melayang dan semangat dalam mengarungi hidup. Begitu luar biasanya ketika kita JATUH CINTA PADA DAKWAH, sehingga bagi yang merasakan getar cinta ini semakin memperkokoh azzam dan semangat juang yang besar.
Rasa cinta yang mendalam menjadikan langkah ini semakin terasa ringan dengan keikhlasan karena dakwah. Cinta pada dakwah juga semakin memperkuat tangan-tangan kekar untuk menggenggam dunia dan memperindah bunga-bunga mekar yang mengelilingi tangan kekar. Sungguh maha dayanya cinta dakwah ini dapat memperkokoh dinding dakwah sehingga tak tergoyahkan oleh apapun jua. Dan cinta jualah yang memperkuat ikatan ukhuwah antara aktivis dakwah.
Selayaknya tidak berlebihan kiranya menggambarkan dakwah sedemikian rupa, karena akupun merasakan indahnya jatuh cinta pada dakwah ketika pertama kali ku kenal di Dauroh Marhalah 1 KAMMI Komisariat Universitas gorontalo. Sungguh satu pertemuan yang luar biasa indahnya yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama. Dakwahlah yang menuntun diriku kepada jalan ALLAH, dakwah lah yang merubah sifat dan sikapku dari jahiliyah menuju islamiyah. Hal itulah yang semakin memperkuat cintaku pada dakwah.
Inilah cinta yang didalamnya tidak ada keraguan atasnya akan sebuah kekuatan yang mampu mentransformasi manusia dari masa ke-JAHILIYAH-an menuju ISLAM. Cinta yang mampu menguatkan pijakan kaki yang lamah dan meneguhkan hati yang goyah. Cinta yang dapat merasuki jiwa-jiwa yang sepi dan kelam akan sentuhan dan belaian ayat-ayat cinta dari Sang Khaiq dan jiwa-jiwa yang selalu merindu akan tegaknya keadilan yang berlandaskan al-qur’an dan al-hadits dalam suatu negara dalam suatu peradaban yaitu peradaban islam.
Bagi seorang kader dakwah haruslah lebih menanamkan rasa cintanya yang begitu besar kepada dakwah karena rasa cinta dan rasa memiliki akan dakwah ini akan lebih menyemangati langkah dalam dakwah dan akan lebih memperteguh TEKAD dalam jiwa akan terwujudnya kemenangan islam, karena dakwah ini akan maju dan tumbuh bersama kader-kader yang senantiasa mengikhlaskan seluruh jiwa raganya untuk dakwah.

Rezha Ravsanjani Lakoro
Kabid. Humas KAMMI UG

1 komentar: