Sabtu, 16 Oktober 2010

In Your Land Palestina

Langit biru seketika berubah merah
Tawa dan canda berubah tangis
Senyum berubah murung
Dan suka berumah duka
Hari ini tak ada lagi tawa di tanah ini
Hari ini senyum tak lagi hiasi wajah mungil nan lucu
Hari ini langit menangis untukmu Palestine

Satu persatu nyawa melayang demi kepuasan zionis
Tetes demi setetes darah tumpah di tanahmu Palestine
Cucuran air mata basahi baitul maqdis

Tak puaskah kau rampas hak milik kami......?
Tak cukupkah kau kerdilkan kebebasan kami....?

Wahai engkau laknatullah.............

Kau bunuh ayah dan ibu kami
Kau siksa kami dengan kejam layaknya binatang

Pikirkanlah wahai ahli jahannam.............
Ketika hal yang sama terjadi pada ayah dan ibu kalian.....

Wahai engkau yang tak berhati..........
Tunggulah ketika bantuan Allah datang
Tak ada satu pun diantara mu yang akan tersisa
Pikirkanlah......

Semoga Allah Mengampunimu.....

aku dan KAMMI

Haruskah ku malu berada di jalan ini?
Haruskah ku gentar melangkah di jalan ini?
Mestikah aku menyudahi perjuangan ini kerena onak dan duri?

T i d a k …………………

Aku adalah kammi
Aku lah jundullah yang dikirimkan allah
Aku lah mujahid pilihan allah
Dari sekian banyak orang di luar sana

Sesungguhnya darah dan jasad ini
Akan ku azzam kan berada di jalan dakwah
Kan ku serahkan seluruh ragaku untuk kammi
Karena allah tujuan kami

Wahai engkau para jundullah
Keluar dan berjalanlah
Menyebarkan dakwah yang di amanahkan oleh rasulullah
Karena rosulullah teladan kami

Berpegang teguh lah pada ajaran allah
Karena al-qur’an pedoman hidup kami

Berjihadlah kau dalam dakwah
Kerena jihad adalah jalan juang kami

Menata Diri Menjadi Pribadi Muslim Negarawan

Inilah langkah awal seorang menjadi Muslim yang Negarawan, yaitu dengan menata diri, baik itu pikiran, mental maupun fisik. Mulai dari menata diri seorang kader dakwah bias menjadi Muslim yang militant bahkan Muslim yang negarawan. Di awali dengan menata niat kita berada di jalan dakwah ini, karena begitu pentingnya menata niat maka Al-Bukhari r.a., menaruh hadits “sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya” pada nomor urut pertama dalam kitab sahihnya. Seorang muslim haruslah memperkuat dan meluruskan niat untuk selalu ada berjuang bersama di jalan dakwah ini untuk menegakkan kalimatullah di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.
Sabar dalam meniti jalan dakwah merupakan hal yang utama untuk membangkitkan semangat juang dan melatih kesabaran para jundullah. Konsisten dalam beribadah juga akan membiasakan diri untuk tetap setia berada di jalan Allah demi kejayaan islam.
Mengapa Rasulullah tidak henti-hentinya menunaikan ibadah, padahal beliau orang yang paling bertakwa dan kedudukan beliau yang paling agung? Andai setiap kita mengetahui bahwa ibadah merupakan item terpenting dalam meningkatkan giroh para aktivis dakwah.
Hidup ini tidak selamanya berada pada keadaan yang baik dan mulus-mulus saja, ada saat dimana kita bisa tertawa dan ada saatnya kita menghadapi keadaan tersulit yang terkadang kita tidak mampu untuk keluat dari masalah tersebut. Mau atau tidak, suka atau tidak suka semua itu pasti akan kita lalui, dan seorang muslim yang selalu konsisten dengan ibadah dan dengan niat yang lurus hanya ingin mendapatkan ridha Ilahi. Dengan kita konsisten kepada ibadah akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai masalah yang dapat melunturkan semangat seorang aktivis dakwah.
Seorang aktivis dakwah harus memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa dalam mengarungi jalan dakwah ini. Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Di dalam al-Qur’an kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan”.



HUMAS KAMMI UNIVERSITAS GORONTALO

Indahnya Jatuh Cinta

Sebenarnya berat untuk menulis kata cinta pada awal ini, karena cinta sangatlahtabuh bagi kader dakwah. Tapi jangan salah menafsirkan cinta, karena cinta disini bukanlah cinta antara dua insan atau apalah namanya. Cinta memang sangat indah jika bersemi di dalam dada yang setiap hari di sirami oleh kenikmatan yang tiada tara, yang membuat orang melayang dan semangat dalam mengarungi hidup. Begitu luar biasanya ketika kita JATUH CINTA PADA DAKWAH, sehingga bagi yang merasakan getar cinta ini semakin memperkokoh azzam dan semangat juang yang besar.
Rasa cinta yang mendalam menjadikan langkah ini semakin terasa ringan dengan keikhlasan karena dakwah. Cinta pada dakwah juga semakin memperkuat tangan-tangan kekar untuk menggenggam dunia dan memperindah bunga-bunga mekar yang mengelilingi tangan kekar. Sungguh maha dayanya cinta dakwah ini dapat memperkokoh dinding dakwah sehingga tak tergoyahkan oleh apapun jua. Dan cinta jualah yang memperkuat ikatan ukhuwah antara aktivis dakwah.
Selayaknya tidak berlebihan kiranya menggambarkan dakwah sedemikian rupa, karena akupun merasakan indahnya jatuh cinta pada dakwah ketika pertama kali ku kenal di Dauroh Marhalah 1 KAMMI Komisariat Universitas gorontalo. Sungguh satu pertemuan yang luar biasa indahnya yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama. Dakwahlah yang menuntun diriku kepada jalan ALLAH, dakwah lah yang merubah sifat dan sikapku dari jahiliyah menuju islamiyah. Hal itulah yang semakin memperkuat cintaku pada dakwah.
Inilah cinta yang didalamnya tidak ada keraguan atasnya akan sebuah kekuatan yang mampu mentransformasi manusia dari masa ke-JAHILIYAH-an menuju ISLAM. Cinta yang mampu menguatkan pijakan kaki yang lamah dan meneguhkan hati yang goyah. Cinta yang dapat merasuki jiwa-jiwa yang sepi dan kelam akan sentuhan dan belaian ayat-ayat cinta dari Sang Khaiq dan jiwa-jiwa yang selalu merindu akan tegaknya keadilan yang berlandaskan al-qur’an dan al-hadits dalam suatu negara dalam suatu peradaban yaitu peradaban islam.
Bagi seorang kader dakwah haruslah lebih menanamkan rasa cintanya yang begitu besar kepada dakwah karena rasa cinta dan rasa memiliki akan dakwah ini akan lebih menyemangati langkah dalam dakwah dan akan lebih memperteguh TEKAD dalam jiwa akan terwujudnya kemenangan islam, karena dakwah ini akan maju dan tumbuh bersama kader-kader yang senantiasa mengikhlaskan seluruh jiwa raganya untuk dakwah.

Rezha Ravsanjani Lakoro
Kabid. Humas KAMMI UG